Sabtu, 29 September 2012

SURAT UNTUK IBU


Ibu......
Malam ini.....
Aku mencoba menjelajahi larutnya malam
yang sebentar lagi menjelang siang
            Ibu......
            Malam ini mataku terasa suram
            Lantaran rinduku yang terpendam
            Dan kurasakan belaian kasih sayangmu
            Yang lewat tetesan air mata melinang
Ibu.....
Aku rindu dengan senyummu,
Aku rindu dengan dongengmu
Yang setiap malam kau ceritakan.
Ibu.....
Malam ini aku takut
Takut kehilangan  kasih sayangmu.

                           surabaya,18 Desember 2011

TUHAN.....!!


Malam ini sungguh tak mengenalku
Dan tidak ada cahayapun yang sanggup menerangi gelap salju.
Hanya Suara remang mengadu ia...lafatkan firmanMU
           Teringat seribu dosa ingin aku muncratkan bersama lindir air mani
            di setiap tembok pengampunan ini.
            Sungguh tak kuasa denyut jantungku menahan rindu,
            Meneteskan air mata seperti dulu,
Ku agungkan namaMU
Di setiap sujudku,
Dan ku harap semua dalam ampunanMU.

KURSI TUA


Mau di apakan lagi dunia ini?
Kau duduk manis mengutak atik dengan fikiran telanjangmu,
Apakah kau tak pernah berfikir?kursi emas yang engkau duduki itu adalah teriakan rakyat kecil!!
Apakah engkau tak pernah berfikir ?pakaianmu yang mewah dan sepatumu yang licin itu adalah air mata rakyatmu sendiri,


                  Engkau  para penyulam otak kemarau.....
                  Yang kering dengan suatu kebodohan....
                  Tetapi engkau tak pernah melihat negeri ini...

Negeri ini sudah keruh dimana-mana terjadi rusuh.
Negeri ini sudah mulai tak berdaya,banyak kehilangan uang kertas.
Di tengah negeri ini............, engkau kibarkan bendera koruptor.
Amboy.....




                       Surabaya, 25 - 09 - 2012

MENCARI TUHAN



Kau pernah bilang ; I
“Tuhan………
Dimana….engkau !!!!!!
Dan dimana rumahMu..
Aku sedang mencari tuhan….”
                        Dan dia juga bilang ; II
                        “Sebentar lagi aku akan datang…
                        Tetapi aku bukan tuhanmu
                        Aku datang dengan kedua sayap hitamku
                        Akan membawa kalian ke atas sana..”
Disana juga berteriak ; III
“Malam ini telah memperkosa lubuk hati kita
Sambutlah malam kemenangan ini dengan kebahagiaan”
Dan dari sudut sana membaca kalimat takbir teriring musik sedarhana ; IV
“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….
Allahu akbar……..laailahaillallahu Allahu akbar..
Allahu akbar walillahilham…”
                                                                   Taman Bungkul Surabaya,05 November 2011

TAK PERNAH LELAH



                                                      Tubuhku bukan air…….
                                                      Tetapi……tubuhku adalah lautan…
Surabaya,21 maret 2011

TAK KUASA LAGI



Seiring angin…”ngeleser”….
Dibawah kabut yang dingin itu..
Darahku membeku….
Lantaran keserakahan malam tak membagi waktu
                        Kabut-kabut memberi kebebasan :
                        Hutan rawa…..,
                        Air  tawar,,,
                        Tertata oleh kemeringan gunung raksasa
                        Dan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis
degan sejenis tumbuhan alga.
Itu yang aku bisa lihat…..
?????????????????????                                                                              
Abu yamin : malang 07,oktober 2011

SURAT UNTUK KEKASIH



Kini malam telah tiba dan matahari mulai tiada…sayank….
Lepaskanlah dari dunia anganmu….
Segera lupakan kisah tentangku…..
Relakan atas kepergianku…..
Aku tak sanggup lagi melihatmu
Menari dengannya  dibelakangku
Dan ..
            Aku tak tahan melihatmu selalu sedih disampingku
            Mungkin dia bisa membahagiakanmu selamanya
            Melebihi apa yang aku berikan selama ini kepadamu
           
Aku mengerti hatimu berat melepaskanku
Karena bigung siapa yang harus kamu miliki
Terpaksa saja aku mengala dan pergi darimu
Semuga bahagia selamanya….
                                                       Surabaya,03-2010

ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN



Kebisuan yang mencekam di antara suara-suara bising teriakan meriyam,,,,
Di hamparan bumi pertiwi…
Mengalir darah dan keringat para pejuang..
Ini peristiwa yang tidak bisa dilupakan..
Sampai anak cucu yang akan datang

Darrrr…….dierrrr……duuurrrrrrr…………

Seruan beribu – ribu peluru dan meriyam menghujani tanah air
Di seret …………..
Di tendang………….tubuhnya……… ..
Di rampas dan di bakar harta dan rumahnya……
              
             Tangisan anak kecil memukul jiwa – jiwa yang kaku
             “..ibu !!!.bapak kemana?????..kenapa ibu menangis..????”
“bapak…aku…takut…!!!!!!….ibu………….jangn kemana………..”
“……..ibu!!!! sampai kapan….kita….Seperti Ini…..?

Indonesiaku……….bangunlah dari tidur mu………….
Sembuhlah dari lukamu……….
Indonesia ku rebutlah kembali…………..
Semua hakmu yang di bawa pergi…….

                 Bernafaslah negeriku……….
                 Bernafaslah negeriku……….
Tangan kananmu mencekam sang mirah putih…..
Runcing bambu yang tak pernah lepas…………..
Dari semangatmu……….
Membisukan bunyi pestol dan geranatnya….
Mengusir menerjang dada singa manggala…..

Senyuman anak kecil mulai tersungging di bibirnya

“negeriku bebas dari para penjajah”
“negeriku terselimuti oleh sang mirah putih “

                                            Pasuruan,15agustus 2006

MENANGIS



Tanah ………..
Air……………
Air……………
Tanah…………
Tanah…………
Air……………
Air……………
Mata………….
Sumenep, desember 2004

Minggu, 23 September 2012

AKU DI ATAS SALJU


Di antara bukit-bukit.....
Aku bersinggah di balik embun ,
Dan menikam batu kedinginan......
                 
                    Aku terasa asing di antara rumput, bebatuan dan kalian
                    Kehidupanpun aku mulai dari titik nol yang mengalir di setiap pori-pori waktu
                    Tingkahku kaku dan lugu, hanya sorot mata bagitu tulus dan polos bersama kalian

Tanpa terasa waktu mewarnai sejuta peristiwa....
Yang mampu menggoreskan kenangan di sanubari,
Duka dan derita tak kita hiraukan, bahkan kita menyulapnya menjadi ;kemanisan, dan keindahan dalam kenangan.

                    Di antara bukit-bukit itu,......
                    Kita telah melukis kehidupan yang bulat, dan mengelinding ke tempat yang  ramai......,
                    Dan pastinya tidak bisa di hapus oleh waktu yang suram,,,,

                                                                                    Pacitan sidomulyo,09 sep 2012


Rabu, 28 Maret 2012

KARYAKU

-->
TAK KUASA LAGI
Seiring angin…”ngeleser”….
Dibawah kabut yang dingin itu..
Darahku membeku….
Lantaran keserakahan malam tak membagi waktu
                        Kabut-kabut memberi kebebasan :
                        Hutan rawa…..,
                        Air  tawar,,,
                        Tertata oleh kemeringan gunung raksasa
                        Dan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis
degan sejenis tumbuhan alga.
Itu yang aku bisa lihat…..
?????????????????????                                                                              
Abu yamin : malang 07,oktober 2011

MENANGIS
Tanah ………..
Air……………
Air……………
Tanah…………
Tanah…………
Air……………
Air……………
Mata………….
Sumenep, desember 2004


ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN
Kebisuan yang mencekam di antara suara-suara bising teriakan meriyam,,,,
Di hamparan bumi pertiwi…
Mengalir darah dan keringat para pejuang..
Ini peristiwa yang tidak bisa dilupakan..
Sampai anak cucu yang akan datang

Darrrr…….dierrrr……duuurrrrrrr…………

Seruan beribu – ribu peluru dan meriyam menghujani tanah air
Di seret …………..
Di tendang………….tubuhnya……… ..
Di rampas dan di bakar harta dan rumahnya……
              
             Tangisan anak kecil memukul jiwa – jiwa yang kaku
             “..ibu !!!.bapak kemana?????..kenapa ibu menangis..????”
“bapak…aku…takut…!!!!!!….ibu………….jangn kemana………..”
“……..ibu!!!! sampai kapan….kita….Seperti Ini…..?

Indonesiaku……….bangunlah dari tidur mu………….
Sembuhlah dari lukamu……….
Indonesia ku rebutlah kembali…………..
Semua hakmu yang di bawa pergi…….

                 Bernafaslah negeriku……….
                 Bernafaslah negeriku……….
Tangan kananmu mencekam sang mirah putih…..
Runcing bambu yang tak pernah lepas…………..
Dari semangatmu……….
Membisukan bunyi pestol dan geranatnya….
Mengusir menerjang dada singa manggala…..

Senyuman anak kecil mulai tersungging di bibirnya

“negeriku bebas dari para penjajah”
“negeriku terselimuti oleh sang mirah putih “

                                            Pasuruan,15agustus 2006







TAK PERNAH LELAH
                                                      Tubuhku bukan air…….
                                                      Tetapi……tubuhku adalah lautan…
Surabaya,21 maret 2011
MENCARI TUHAN
Kau pernah bilang ; I
“Tuhan………
Dimana….engkau !!!!!!
Dan dimana rumahMu..
Aku sedang mencari tuhan….”
                        Dan dia juga bilang ; II
                        “Sebentar lagi aku akan datang…
                        Tetapi aku bukan tuhanmu
                        Aku datang dengan kedua sayap hitamku
                        Akan membawa kalian ke atas sana..”
Disana juga berteriak ; III
“Malam ini telah memperkosa lubuk hati kita
Sambutlah malam kemenangan ini dengan kebahagiaan”
Dan dari sudut sana membaca kalimat takbir teriring musik sedarhana ; IV
“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….
Allahu akbar……..laailahaillallahu Allahu akbar..
Allahu akbar walillahilham…”
                                                                   Taman Bungkul Surabaya,05 November 2011